OBJECT ORIENTED PROGRAMMING

Pemrograman Berorientasi Object atau (OOP) singkatan dari Object Oriented Programming adalah jenis pemrograman dengan berorientasi Objek. Sebelum OOP ini berkembang, dahulu orang membuat program dengan menggunakan bahasa mesin (asembly) dengan mengunakan kode kode yang rumit dan banyak sekali sehingga sangat sulit untuk menguasainya. Dalam perkembangan bahasa pemrograman selanjutnya berkembang pemrograman dengan bahasa yang lebih mendekati pada bahasa “manusia”. Munculah bahasa basic, pascal, dbase, dan lain-lain. Selanjutnya perkembangan bahasa pemrograman muncullah OOP yang lebih memberikan fasilitas pada seorang programer untuk membuat suatu program. Beberapa bahasa pemrograman yang menggunakan OOP yaitu Visual Foxpro, Java, C++, Pascal, Visual Basic, SIMULA, Smaltalk, Ruby, Python, PHP, C#, Delphi, Eiffel, Perl Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut: Continue reading

Entepreneur

Kita semua selalu diminta menjadi seorang profesional yg baik dalam menjalankan sebuah usaha atau organisasi bisnis. Ilmu2 yang diajarkan di bangku sekolah selalu mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi seorang profesional yg handal, dengan taat akan teori2 ekonomi, dan ilmu2 management yang diajarkan. Continue reading

Interaksi Manusia dan Komputer : Merancang User Interface

Beberapa prinsip dalam merancang User Interface antara lain :

1. User compatibility

•Oleh karena itu sebuah software seolah-olah mengenal karakter usernya, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum.

•Desainer harus mencari dan mengumpulkan berbagai karakteristik serta sifat dari user karena antarmuka harus disesuaikan dengan user yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1 dan mempunyai karakter yang berbeda.

• Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri

•Survey adalah hal yang paling tepat Continue reading

Interaksi Manusia dan Komputer

Sistem komputer memiliki tiga aspek yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak  (software) dan manusia. Ketiganya harus saling bekerja sama untuk membangun suatu sistem yang  lengkap dan sempurna.  Sehingga untuk merancang sebuah sistem interaksi manusia dan komputer, perancang tidak hanya harus mengetahui aspek teknis dari sistem yang dirancang tetapi juga harus  mengerti bagaimana manusia mengolah informasi. Continue reading